Navigation: Home »
Member Area



Already a Member?
click here to forgot password

POLA KERJA SAMA KEMITRAAN

POLA KERJA SAMA KEMITRAAN

MEMBERI MANFAAT SALING MENGUNTUNGKAN ANTARA PEKEBUN DAN PERUSAHAAN

Pola kerjasama kemitraan dengan sistim inti-plasma perkebunan sawit yang dikelola Medco Agro banyak memberi manfaat bagi masyarakat pekebun. Mereka tidak hanya meningkatkan taraf kesejahteraan hidupnya tapi juga meningkatkan kualitas hidup dengan memberikan pendidikan lebih baik bagi keluarganya, memperluas lahan perkebunan, bahkan mengembangkan bisnis ke bidang usaha lainnya.

Salah satu contoh pola kerja sama ini diterapkan Medco Agro di wilayah Pangkalan Lada, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Situasi mulai nampak ketika pada tahun 1995 Medco Agro melalui anak perusahaannya PT Meta Epsi Agro (MEA) mulai membuka lahan perkebunan sawit dilokasi pemukiman transmigrasi. Banyak warga masyarakat antusias ikut membangun kebun plasma melalui program Kredit  kepada Koperasi Primer untuk Anggotanya (KKPA).

Salah satu diantara peserta KKPA adalah Koperasi Unit Desa (KUD) Karya Tani yang dipimpin oleh bapak Simpei, KUD yang satu ini sangat merasakan manfaatnya pola kerjasama kemitraan inti-plasma. Betapa tidak ketika KUD ini berhasil melunasi KKPA pada akhir tahun 2009 yang lalu, tiba-tiba para pekebun yang menjadi anggotanya memiliki penuh atas kebun-kebun yang dikelolanya selama ini.

 

Mulai Tahun 1995

Pada awal tahun 1995 MEA mulai merintis pembangunan kebun sawit di wilayah pemukiman transmigrasi di Pangkalan Lada, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Membangun kebun kelapa sawit dengan sistim kemitraan di wilayah ini mempunyai tantangan tersendiri bagi MEA, karena harus membangun kembali kepercayaan para pekebun yang sebelumnya mengalami kegagalan pada komoditi lada.

Dengan bermodalkan keyakinan yang tinggi MEA mencoba melakukan penyuluhan dan pendekatan dengan para pekebun untuk memberi pengertian tentang pola kemitraan dalam membangun kebun sawit. Berbagai macam cara sudah dilakukan dan akhirnya kerja keras ini membuahkan hasil sehingga terwujudlah pembangunan kebun sawit seluas 7.000 Ha.

Praktis dalam kurun waktu satu tahun terbentuklan 8 KUD yang tegabung dalam kemitraan dengan MEA bersama-sama bahu membahu untuk membangun kebun sawit. Tidak kurang dari 3 ribu warga masyarakat menjadi pekebun.

Sebagai buah hasil kerja keras para pekebun, praktis dalam kurun waktu 12 tahun hasilnya nyata dirasakan. Dengan lunasnya pinjaman KKPA maka para pekebun tinggalah menikmati hasil dan mengembangkan usahanya.

 

Peluang Mengembangkan Usaha

Meski kebun sawitnya telah menghasilkan, para pekebun masih belum puas, mereka jeli menangkap peluang usaha di sektor perkebunan. Dengan bermodalkan pinjaman dari MEA mereka membeli truk dan menyewakannya untuk pengangkutan Tandan Buah Segar (TBS) bahkan juga ada diantara mereka menjadi suplier TBS bagi pabrik kelapa sawit (PKS) MEA.

Setiap bulan tidak kurang dari 100 ton TBS dari masing-masing KUD membeli TBS  dari pekebun non plasma dan kemudian disetor ke PKS. Dalam transaksi jual beli TBS mengacu pada penetapan harga yang dikeluarkan oleh Pemda Tk II Kabupaten Kotawaringin Barat setiap bulan.

Selain itu beberapa diantara para pekebun menambah kebun dan juga membuka usaha lain seperti toko klontong, warung serbaguna dan lain-lain.

 

Pola  Kemitraan Sebagai Bagian Dari Strategi

Membangun pola kemitraan yang harmonis dengan para pekebun merupakan salah satu strategi yang diterapkan MEA karena banyak memberi keuntungan diantara perusahaan dan para pekebun. Karena setelah terjalinnya kerjasama kemitraan maka terciptalah rasa kekeluargaan bahkan rasa memiliki.

Sebagian besar para pekebun merasakan manfaat atas keberadaan perusahaan yang memberi dampak kesejahteraan, malah lebih dari itu karena selain hubungan kerja sama dan persaudaraan, pekebun plasma ternyata juga memiliki rasa memiliki pada perusahaan.